Showing posts with label Introduction. Show all posts
Showing posts with label Introduction. Show all posts

Tuesday, August 10, 2010

Selamat Berpuasa


Malam sholat tarawih yang pertama kemarin, terpaksa saya terjebak kemacetan di kota Jakarta. Saya salah perhitungan di perjalanan. Seharusnya saya kembali menuju rumah sekitar jam 14 WIB. Saat itu saya mengikuti arus pengendara di Ibukota dengan meluncur menuju rumah pada jam 16.30 WIB dari pusat kota Jakarta. Alhasil, tiba di lokasi rumah sholat tarawih di Masjid telah dimulai :'(

Kemacetan yang paling parah malahan ada di jalan arah Joglo. Di setiap perempatan terkedala penguncian jalan oleh pengguna jalan dari empat sisi X(! Tapi ya, sudah menjadi resiko, tak perlu mengumpat, malahan tetap waspada dengan begitu carut marutnya jalanan.

Saat saya tulis blog ini adalah puasa hari pertama. Tadi pagi selepas sahur jam 3 pagi dan usai sholat Shubuh, saya bergegas pergi ke kantor. Alhamdulillah tiba di kantor Jakarta pada jam 5.30 WIB.

Selamat berpuasa di bulan Ramadhan tahun 2010. Semoga puasa kali ini kita mendapatkan berkah yang berlimpah dan semua kegiatan yang kita lakukan selalu mendapatkan ridho dari Allah SWT. Amiin...

Tuesday, April 20, 2010

Jadikan Perbedaan Menjadi Arti Kehidupan

Melalui blog keluarga pengalaman menonton film akan saya bagi kepada pembaca. Bagi saya menonton film tidak sekedar menikmati kebersamaan menonton bersama komunitas pencinta film, ataupun merasakan sensasi teknologi suara dan imaji dari sebuah bioskop, namun lebih saya konsentrasikan kepada pesan yang terdapat di dalam film tersebut. Tidak jarang, pesan yang disampaikan sang sutradara berbeda dengan apa yang saya cerna saat menikmati film.

Namun itulah yang terjadi, secara teori (tentunya teori saya pribadi, mungkin belum ada di dalam buku apapun hehehe) apa yang dirasakan pemirsa akan memiliki arti khusus berdasarkan pengalaman hidup masing-masing, sehingga saat mencerna pesan dari sebuah film akan menimbulkan perbedaan satu sama lain. Berbeda halnya manakala mereka memiliki kesamaan pengetahuan dan pengalaman, maka cara memahami pesan dari sebuah film akan sama.

Tetapi bukankah akan menjadi membosankan manakala kita memiliki pendapat yang sama? Oleh karena itu mari sama-sama kita gali perbedaan diantara kita untuk memberikan arti dalam kehidupan kita masing-masing.

Thursday, April 8, 2010

Gayus Oh Gayus, Riwayatmu Kini...

Jika bicara tentang isu yang sedang trend saat ini mungkin kata "Gayus" lebih membahana daripada lainnya. Khususnya bagi masyarakat Indonesia yang peduli tentang ekonomi dan keuangan negara yang berdampak pada kesejahteraan sosial.

Terlepas dari masalah ekonomi dan politik, saya lebih menilik pada permasalahan budaya dan pendidikan moral. Anggap saja isu "Gayus" adalah salah satu pemicu penguat keyakinan kita sebagai insan manusia yang bermartabat dan punya harga diri. Maka dari sejak pemicu itu hadir di berbagai media akhir-akhir ini, seyogyanya kita (dan saya sendiri tentunya) mulai bercermin. Bercermin diri dengan mengungkapkan sebuah pertanyaan: Sudahkah kita (saya) jujur kepada diri (saya) kita sendiri?

Berikutnya, take action! mencoba jujur dari hal-hal yang kecil. Jika ingin pintar, sudahkah (saya) kita jujur telah belajar? Jika ingin sukses, sudahkah (saya) kita jujur dalam berusaha? Jika ingin bahagia, sudahkah (saya) kita jujur dalam mencapainya? Jika ingin kota kita bersih, sudahkah (saya) kita jujur untuk tidak membuang sampah sembarangan? Jika ingin sehat, sudahkah (saya) kita jujur untuk menghindari segala sesuatu yang menyebabkan sakit? Jika ingin dunia ini bersih dari korupsi, sudahkah (saya) kita jujur dalam bertransaksi? Jika ingin tidak ada kemacetan, sudahkah (saya) kita mentaati peraturan lalu lintas yang berlaku?

Ah, semuanya koq klise ya :-? Jujur saja lah, sudahkah (kita) saya berhenti menilai orang lain (Gayus dan para koruptor lainnya) dan memutuskan untuk merubah kebiasaan buruk selama ini?

Tuesday, February 9, 2010

Banyak Hal Penting Yang Terlewatkan

Sejak masuknya tahun baru 2010, banyak hal yang telah terlewatkan untuk dibahas di blog ini. Perayaan tahun baru itu sendiri adalah salah satu yang mungkin perlu diperbincangkan. Meski di Bumi Nusantara politik "gonjang-ganjing" marak terjadi, dan meski istilah "gonjang-ganjing" ini juga tidak untuk mendeskriditkan salah satu pihak, tapi sayangnya kami memilih tidak membahasnya disini. Maklum ini bukan blog politik :)

Peristiwa bencana banjir telah melanda provinsi Riau pada hari Selasa, 05 Januari 2010. Semoga saat ini para korban bencana tetap tegar dan sabar menerima cobaan hidup ini. Peristiwa yang tak terlupakan adalah Gempa bumi berkekuatan 7 skala Richter yang mengguncang ibukota Haiti dan sekitarnya pada 12 Januari 2010 pukul 16.45 waktu setempat. Sangat tragis karena ternyata terjadi gempa susulan pada tanggal 20 Januari 2010 dengan kekuatan yang lebih kecil sebesar 6.1 skala Richter. Kami turut berduka saat itu dan berbela sungkawa atas korban dan keluarga yang ditinggalkan para korban. Hingga saat ini Haiti masih menjadi sorotan dunia.

Di awal bulan Januari, Indonesia juga dihebohkan oleh peristiwa bayi yang hilang dari Rumah Sakit. Hal ini menjadikan para orang tua harus lebih waspada sehubungan dengan keamanan dan keselamatan bayi yang baru lahir. Masih seputar bayi yang menjadi pusat perhatian, adalah Bilqis Anindya Passa (17 bulan) yang menderita kegagalan fungsi saluran empedu alias atresia bilier telah mendapatkan simpati melalui berbagai media termasuk aplikasi jejaring sosial facebook. Hingga tanggal 2 Februari 2010 lalu tercatat sumbangan sudah mendekati 1 milyar rupiah. Fenomena sosial tentang kepedulian terhadap sesama ini muncul juga saat kasus Prita vs. RS Omni International muncul di permukaan.

Kami menyempatkan memantau sebuah fenomena alam pada tanggal 15 Januari 2010. Sebuah gerhana matahari cincin terjadi di sebagian wilayah Afrika, Samudra Hindia, dan Asia selama 7-11 menit. Menurut para ahli, gerhana matahari ini adalah gerhana terlama sepanjang sejarah umat manusia.

Sedangkan berita tentang berpulangnya tokoh nasional Gus Dur dan Franz Seda menyisakan pelajaran hidup dan berkehidupan yang patut dicontoh oleh kita semua. Selamat jalan para pejuang kehidupan, semoga tauladanmu menjadi pengetahuan dan pelajaran bagi kami generasi muda.

Wednesday, September 30, 2009

Bumi Andalas Oh Bumiku...

Di berbagai media ditampilkan potret suram bagian dari bumi Indonesia yang tertimpa bencana - Sumatera Barat. Di berbagai media sudah banyak komentar dan opini terkait bencana ataupun musibah yang menimpa saudara-saudara kita. Pak SBY-pun menggunakan istilah "tanggap darurat" dalam menyikapi kejadian ini. Setidaknya kita mengungkapkan rasa keprihatinan ini melalui saluran-saluran media yang dimiliki. Namun demikian ada benarnya bahwa keprihatinan dan bantuan yang diberikan tidak semata-mata karena trend sosial yang muncul di masyarakat, namun (semoga) hal tersebut datang dari sanubari kita yang terdalam, ikhlas.

Keprihatinan dapat ditunjukkan dalam banyak hal, memberikan bantuan moril & fisik di lapangan & memberikan bantuan dana melalui berbagai saluran keuangan kepada korban bencana. Namun manakala kita belum sanggup melakukan dua hal tersebut, ada hal yang urgent yang rasanya sepele dan sering menjadi wejangan para sesepuh kita: bersikap sopan kepada sesama, saling bantu dan hormat menghormati. Sikap prihatin dapat ditunjukkan di lingkungan terdekat kita sekalipun seperti: konsisten disiplin dalam hal kebersihan dan kesehatan, hemat sumber daya air dan listrik, selalu peduli dengan aspek-aspek K3, dan sebagainya. Dan yang terpenting adalah sebuah pertanyaan yang perlu kita jawab: apakah kita sudah pernah memberikan sesuatu kepada sesama dan bangsa ini?

Melalui blog ini, atas musibah gempa di Sumatra Barat dan dampaknya, saya turut berdo'a, semoga sanak saudara, kerabat dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan tawaqal. Bagi korban gempa yang membutuhkan perawatan, semoga segera pulih kembali baik fisik dan mentalnya.

Badai pasti berlalu, semoga bumi Andalas bersinar kembali.


Monday, September 21, 2009

Oleh-oleh Lebaran 2009

Di saat yang suci ini, saya haturkan Selamat Menikmati Kemenangan, Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1430 H, mohon dimaafkan baik lahir dan bathin. Semoga ibadah di bulan Ramadhan yang baru kita lalui bersama menjadi tauladan bagi aktifitas kita di bulan-bulan berikutnya, amiin.

Bagi teman-teman dan handai taulan yang mendapatkan kesempatan ber-mudik ria, semoga perjalanannya selalu menyenangkan, dan kembali ke Jakarta dengan semangat yang baru. Bagi yang belum berkesempatan berlebaran bersama keluarga karena harus bekerja, semoga tiada keraguan dalam menjalankan tugas yang mulia tersebut, tetap semangat ya.

Kali ini akan dibeberkan pengalaman serta cerita mudik yang saya alami di tahun 2009 ini. Alhamdulillah pihak manajemen memberikan kesempatan berlibur selama seminggu lebih, semoga ada kesempatan untuk menuliskan sesuatu yang bermanfaat sebagai Oleh-oleh Lebaran 2009.

Tuesday, August 18, 2009

Ramadhan 2009 & Dirgahayu RI 64 Tahun

Telah beberapa kali bangsa Indonesia mendapatkan cobaan yang mengarah kepada perpecahaan kesatuan dan persatuan bangsa. Mereka mencoba mengadu-domba kita melalui berbagai usaha. Yang pertama insiden bom di dua hotel di Jakarta dan belakangan yang mengarah kepada permusuhan dengan Malaysia. Dapat diperkirakan ada beberapa kalangan yang mengambil keuntungan atas perpecahan bangsa Indonesia dan permusuhan dengan bangsa lain di dunia.

Melalui papan ketik digital ini, saya mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 64 tahun. Terima kasih kepada siapapun yang menggagas konsep Indonesia Unite belakangan ini. Semoga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia selalu terjaga dengan sebaik-baiknya seperti cita-cita bangsa tentang konsep Bhinneka Tunggal Ika. Saya juga menghimbau kepada kita semua agar selalu mencintai budaya dan sumber daya alam yang terkandung di bumi pertiwi dengan membuktikan buah karya kita sebagai anak bangsa yang bermartabat, memiliki harga diri dan selalu mengutamakan cinta damai.

Tak lupa saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Semoga amal ibadah kita selalu diterima Allah SWT. Untuk ini saya selalu ingat quote "saat lapar dan dahaga datang, ingatlah selalu bahwa masih ada sesama kita yang lebih lapar, lebih dahaga dan lebih menderita dibandingkan diri kita saat ini..."