Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Thursday, October 1, 2009

4x4=16


Notes ini ditulis karena saya merasa senang, bahagia dan bangga dengan anak-anak jaman sekarang yang mau MENULIS, salah satu anak itu adalah keponakan-ipar saya yang bernama Bagas, meski sekedar membalas komentar saya via WALL-nya, rasanya hal tersebut tetap membanggakan.

------
Halo Bagas dan adik adik semua, terima kasih atas komentar dan balasan komentarnya melalui Social Media seperti Facebook ini. Silahkan balas komentar saya yang rajin-rajin yaaa, pasti saya akan balas kembali.

Dahulu kala saat saya masih sesusia kalian, hal yang paling sering saya lakukan adalah berkirim surat. Apalagi setelah terpaksa saya harus pergi meninggalkan tanah kelahiran saya yang sekaligus juga meninggalkan sahabat-sahabat saya di kota itu. Rasanya sedih sekali harus berpisah.

Dahulu tidak ada media komunikasi secanggih sekarang. Tapi rasa kangen dan ingin berkomunikasi dengan sahabat lama tiada terbendung, maka surat menyurat adalah cara berkomunikasi yang kami pakai kala itu. Kalo dicoba saat ini mungkin terasa KUNO ya? tapi patut diingat lho, bahwa tulisan tangan kita akan lebih bermakna dibandingkan huruf2 yang saya ketikkan saat ini. Mulai saat itu muncullah ungkapan "4x4=16, sempat tidak sempat harap dibalas". Apabila diingat saya jadi kangen ingin menulis surat seperti jaman dahulu lagi. Tapi apa daya, era informasi telah datang, rasanya menulis surat seperti dahulu kurang efektif untuk dilakukan lagi. Maklum yang mau dikirimin surat banyak banget rasanya. Bisa-bisa harus punya tukang pijat pribadi untuk memijat jari-jari tangan yang pegal2 karena harus menulis menggunakan PENA... :)

Baiklah Bagas dan adik adik sekalian, teruskan kegiatan menulismu.... 4x4=16 ya!

Tuesday, November 13, 2007

Detik.com: Cewek Makin Sedikit di China... (?)

Membaca berita di detik.com, cukup mengagetkan juga bahwa muncul fenomena sosial baru di negeri China yaitu "pria lebih banyak daripada perempuan". Hal ini terjadi akibat kampanye pemerintah RRC yang mewajibkan "satu anak saja". Di detik.com juga dilansir bahwa pada masyarakat RRC di pedesaan, menganggap anak laki-laki lebih prestisius daripada anak perempuan.
Hal ini terbukti dari pantauan lembaga BKKBN-nya RRC, National Population and Family Planning Commision, bahwa pria RRC lebih banyak 18 juta daripada perempuan! Ditambah lagi prediksi lembaga tersebut, bahwa angka ketimpangan tersebut akan naik pada tahun 2020 dengan rasio pria lebih banyak 30 juta jiwa dibanding perempuan.
Seandainya... anggapan masyarakat pedesaan di daratan China bisa berubah, saya kira dapat memanfaatkan rumusan perhitungan matematis "cara mendapatkan anak laki-laki dan anak perempuan" via blog ini ya... :)

Tuesday, October 9, 2007

Ucapan Idul Fitri

"Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah dan Syariat-Nya di alam jiwa..
Di dunia nyata, diwujudkan berupa santun kata, niat bersih, pandang jernih, dengar bijak, baik di segala gerak langkah kita dan di sepanjang nafas kehidupan kita..
Semoga seperti itulah diri kita pada hari kemenangan ini.."

Selamat Idul Fitri
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir Batin

Monday, July 16, 2007

Skala Prioritas Kehidupan

begitu banyaknya kepentingan dan urusan disekitar kita dan begitu banyaknya pertimbangan serta begitu lamanya waktu pengambilan keputusan bila terjadi masalah. Semua hal tersebut memaksa kita untuk memberikan urutan aktifitas, dari yang paling penting hingga yang kurang penting. namun ukuran sesuatu yang dianggap "penting" akan berbeda bagi beberapa kalangan.
perlu diingat bahwa seberat apapun juga, sesulit apapun juga, kita semua menjalankan hidup untuk satu tujuan, yaitu kebahagiaan. kebahagiaan yang dipilih sudah seharusya untuk kembali ke dasar-dasar /fondasi kehidupan.
kadang-kadang terkesiap di dalam benak kita mengenai rutinitas sehari-hari, bayangkan bila hanya kita satu-satunya orang yang berada di dunia ini, apakah kita sanggup bertahan dengan kondisi tersebut?
akhir renungan tersebut diperoleh kesimpulan bahwa dengan menggunakan hati nurani kita, kebahagiaan yang utama adalah utuh, aman dan sejahteranya keluarga kita.
dibawah ini adalah pemikiran mengenai hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, hal ini tidak terlepas dari kepentingan kita terhadap agama dan kepercayaan kita masing-masing.
bila dilihat dari pihak-pihak yang diprioritaskan adalah sbb:
1. bila sudah menikah: keluarga inti (pasangan, anak, cucu, dst)
2. bila belum menikah: keluarga inti (orang tua, adik, kakak)
3. pihak yang memberi nafkah/penghidupan/pekerjaan
4. keluarga lainnya yang dituakan
5. keluarga lainnya dengan hirarki yang setara (sepupu, misan, dsb)
6. tetangga
7. guru dan pemuka agama
8. rekan sejawat
9. lainnya

dibawah ini adalah prioritas berdasarkan sifat kepentingannya dikaitkan dengan 9 pihak yang disebutkan sebelumnya:
1. berita meninggal dunia
2. orang sakit
3. orang yang tertimpa bencana alam
4. perhelatan pernikahan, syukuran, dsb

Dengan demikian bila kita mendapatkan pilihan yang sulit, maka kita dapat memberikan keputusan yang bijaksana dan dimaklumi oleh pihak yang memiliki prioritas lebih rendah.

Saturday, July 14, 2007

Perhitungan Matematis Mendapatkan Keturunan Jenis Kelamin Tertentu

para dokter sudah sering mengungkapkan bahwa ada teknik dan cara untuk mendapatkan bayi laki-laki dan perempuan (tentunya lewat proses pembuahan dan persalinan -red.) atau mungkin anda peroleh dari berbagai forum diskusi tentang hal ini.
permasalahannya adalah beberapa tip dan trik atau tehnik tersebut membutuhkan usaha untuk menikah terlebih dahulu. dan seringkali perhitungannya membutuhkan biaya yang cukup besar.
dengan perhitungan atas perbedaan siklus darah pria dan wanita, perencanaan mendapatkan keturunan atau untuk mengetahui kelahiran anak adalah laki-laki atau perempuan dapat ditentukan dengan mudah secara matematis.
siklus darah manusia antara pria dan wanita itu berbeda, bagi pria siklus darah berputar setiap 4 tahun sekali. sedangkan bagi wanita setiap 3 tahun sekali*.
kita buktikan saja perhitungannya.

berikut ini perhitungannya
:
data: siklus darah pria = 4 tahun sekali, siklus darah wanita = 3 tahun sekali.
pada saat pembuahan terjadi, berapa usia masing2 ortu (pria dan wanita-nya)?
bagi usia pria dengan siklus darah pria
bagi usia wanita dengan siklus darah wanita
bandingkan 'sisa hasil baginya'
bila hasilnya lebih besar pria, maka dipastikan bayi yang akan lahir adalah jenis kelaminnya laki-laki
bila hasilnya lebih besar wanita, maka dipastikan bayi yang akan lahir adalah jenis kelaminnya perempuan

contoh kasus:
pria berusia 34 tahun, wanita berusia 30 tahun
pria, 34/4=8,50 --> sisa hasil bagi = 0,50 atau 1/2 (setengah)
wanita, 30/3=10 --> sisa hasil bagi = 0 atau habis dibagi 3
bandingkan: 0,5 dan 0
jelas lebih besar 0,5 ya!
maka diprediksi bayi yang lahir adalah laki-laki!

untuk melakukan perencanaan ada baiknya perhitungan2 diatas dituangkan dalam bentuk tabel. berikut contoh tabel perencanaan tersebut:
tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 dst
usia pria 34 35 36 37 38 39 40 41 42 dst
usia wanita 30 31 32 33 34 35 36 37 38 dst
keturunan M M F M M M M/F F F dst

M= Male = Laki2
F= Female = Perempuan
M/F= karena pada tahun ini sisa hasil bagi sama2 nol, maka harus diperhitungkan secara rinci mengenai hari ulang tahun masing2 pasangan, yaitu diperhitungkan bulan dan tanggal kelahirannya. baru kemudian dibandingkan selisihnya.

catatan:
(a) kita dapat mengetahui mengapa dilahirkan menjadi manusia dengan jenis kelamin tertentu (pria/wanita). untuk itu kitapun dapat menghitung diri sendiri. ini sama saja dengan membuktikan perhitungan ini namun dengan perhitungan mundur. caranya? kurangi tgl lahir anda dengan proses kehamilan sang ibu lalu mundur/dikurangi 10 hari. mulai dari perkiraan tanggal tersebut anda menghitung usia orang tua kita (ortu).

(b) akurasi atau ketepatan perhitungan bisa diukur hingga satuan waktu terkecil, mulai dari tahun -> bulan -> hari -> jam -> menit -> detik =)

(c) ada beberapa kasus terjadi bahwa usia seseorang yang sebenarnya tidak sesuai dengan usia yang tertera pada akte kelahirannya. selain disebabkan karena ortu yang lupa tanggal lahir anaknya sendiri, lalu memberikan tanggal perkiraan saja, ada kemungkinan juga terdapat kasus pemalsuan akte kelahiran.

(d) bila hasilnya tidak sesuai maka validitas data atau informasi usia ortu harus ditinjau kembali.

*sayangnya meskipun perhitungan ini sudah saya uji kepada +/- 160 responden - dan valid (error 1%), namun informasi "siklus darah" ini masih berdasarkan informasi keluarga jawa (keraton) yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya. bila secara ilmiah rekan-rekan mendapatkan bukti atau data sahih mengenai "siklus darah" ini, saya mengharapkan dapat melengkapi informasi tersebut melalui blog ini.

selamat berhitung dan membuat perencanaan.