Did you ever try google docs & spreadsheet?
This is what I dreaming of. Doing my routine job from anywhere, anytime, any platforms, using open source technology, mean.. no license, free to use application, share my idea to my friends, discuss it, publish my works to web, although publish my articles to my blog symultaneously.
I had tried to do all my files with google, and that was exciting!
First of all, I done uploaded all my documents in my PC to http://docs.google.com/
Then, I'd arranged them into my taylor-made folders
Sometimes I replaces my old documents updated with the new document directly from the internet, it was really cool guys!
Until my friends collaborates doing my project with me, we felt that google applications is the future applications in the universe! And... I also remember one term about they called Rich Internet Application. Yeah, that's google docs!
But, we gottta be patient, because until now, August 2007, the types of documents supported only text documents (*.doc, *.txt, *.rtf, *.odt) and spreadsheet (*.xls, *.ods, *.csv). Presentation documents (*.ppt, *.odi) not yet supported.
I hope google always serve us totally, just like working as easy as traditional desktop applications. That's we called "focus on services"! Bravo google! Bravo!
Monday, August 13, 2007
"Google Docs" is the future application
Friday, August 10, 2007
Start Working On The Foundation
Everyone got to be have a DREAM. But we got to remember about act and doing everything right from the beginning, think specific about it foundation. So, our idea build with the strongest perception, principle and consistence of motivation.
The phrase "Start Working On The Foundation" found in the wall of one of office in City of Jakarta.
It is also about a DREAM. They said:
"It is good building a castle in the sky, but start working on the foundation, now!"
The phrase "Start Working On The Foundation" found in the wall of one of office in City of Jakarta.
It is also about a DREAM. They said:
"It is good building a castle in the sky, but start working on the foundation, now!"
Monday, July 16, 2007
Skala Prioritas Kehidupan
begitu banyaknya kepentingan dan urusan disekitar kita dan begitu banyaknya pertimbangan serta begitu lamanya waktu pengambilan keputusan bila terjadi masalah. Semua hal tersebut memaksa kita untuk memberikan urutan aktifitas, dari yang paling penting hingga yang kurang penting. namun ukuran sesuatu yang dianggap "penting" akan berbeda bagi beberapa kalangan.
perlu diingat bahwa seberat apapun juga, sesulit apapun juga, kita semua menjalankan hidup untuk satu tujuan, yaitu kebahagiaan. kebahagiaan yang dipilih sudah seharusya untuk kembali ke dasar-dasar /fondasi kehidupan.
kadang-kadang terkesiap di dalam benak kita mengenai rutinitas sehari-hari, bayangkan bila hanya kita satu-satunya orang yang berada di dunia ini, apakah kita sanggup bertahan dengan kondisi tersebut?
akhir renungan tersebut diperoleh kesimpulan bahwa dengan menggunakan hati nurani kita, kebahagiaan yang utama adalah utuh, aman dan sejahteranya keluarga kita.
dibawah ini adalah pemikiran mengenai hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, hal ini tidak terlepas dari kepentingan kita terhadap agama dan kepercayaan kita masing-masing.
bila dilihat dari pihak-pihak yang diprioritaskan adalah sbb:
1. bila sudah menikah: keluarga inti (pasangan, anak, cucu, dst)
2. bila belum menikah: keluarga inti (orang tua, adik, kakak)
3. pihak yang memberi nafkah/penghidupan/pekerjaan
4. keluarga lainnya yang dituakan
5. keluarga lainnya dengan hirarki yang setara (sepupu, misan, dsb)
6. tetangga
7. guru dan pemuka agama
8. rekan sejawat
9. lainnya
dibawah ini adalah prioritas berdasarkan sifat kepentingannya dikaitkan dengan 9 pihak yang disebutkan sebelumnya:
1. berita meninggal dunia
2. orang sakit
3. orang yang tertimpa bencana alam
4. perhelatan pernikahan, syukuran, dsb
Dengan demikian bila kita mendapatkan pilihan yang sulit, maka kita dapat memberikan keputusan yang bijaksana dan dimaklumi oleh pihak yang memiliki prioritas lebih rendah.
perlu diingat bahwa seberat apapun juga, sesulit apapun juga, kita semua menjalankan hidup untuk satu tujuan, yaitu kebahagiaan. kebahagiaan yang dipilih sudah seharusya untuk kembali ke dasar-dasar /fondasi kehidupan.
kadang-kadang terkesiap di dalam benak kita mengenai rutinitas sehari-hari, bayangkan bila hanya kita satu-satunya orang yang berada di dunia ini, apakah kita sanggup bertahan dengan kondisi tersebut?
akhir renungan tersebut diperoleh kesimpulan bahwa dengan menggunakan hati nurani kita, kebahagiaan yang utama adalah utuh, aman dan sejahteranya keluarga kita.
dibawah ini adalah pemikiran mengenai hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, hal ini tidak terlepas dari kepentingan kita terhadap agama dan kepercayaan kita masing-masing.
bila dilihat dari pihak-pihak yang diprioritaskan adalah sbb:
1. bila sudah menikah: keluarga inti (pasangan, anak, cucu, dst)
2. bila belum menikah: keluarga inti (orang tua, adik, kakak)
3. pihak yang memberi nafkah/penghidupan/pekerjaan
4. keluarga lainnya yang dituakan
5. keluarga lainnya dengan hirarki yang setara (sepupu, misan, dsb)
6. tetangga
7. guru dan pemuka agama
8. rekan sejawat
9. lainnya
dibawah ini adalah prioritas berdasarkan sifat kepentingannya dikaitkan dengan 9 pihak yang disebutkan sebelumnya:
1. berita meninggal dunia
2. orang sakit
3. orang yang tertimpa bencana alam
4. perhelatan pernikahan, syukuran, dsb
Dengan demikian bila kita mendapatkan pilihan yang sulit, maka kita dapat memberikan keputusan yang bijaksana dan dimaklumi oleh pihak yang memiliki prioritas lebih rendah.
Subscribe to:
Comments (Atom)